Kesederhanaan Dalam Kemakmuran ~ Refleksi Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim...

refleksi ramadhan
MULTI PASTE - Seiring berputarnya waktu.., tidak terasa, kita kembali berada di Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah "bagi orang-orang yang beriman".  Tidak ada salahnya jika saya meluangkan sedikit space, di blog ini untuk berbagi refleksi spiritual dalam mengisi bulan yang penuh berkah ini.  Artikel ini dikirim oleh sahabat saya Haris Risyana via email dan kemudian saya salin kembali di blog ini.

Pada masa Rasulullah memimpin masyarakat Madinah, selaku seorang pemimpin besar, Ia justru hidup paling sederhana bahkan boleh dikatakan melarat, walaupun warga Madinah hidup berkecukupan.

Pada suatu hari, ketika Rasulullah mengimami Shalat Isya berjamaah, para sahabat yang jadi makmum dibuat cemas oleh keadaan Beliau yang agaknya sedang sakit payah. Buktinya, setiap kali ia menggerakkan tubuh untuk rukuk, sujud dan sebagainya, selalu terdengar suara keletak-keletik, seakan-akan tulang-tulang Nabi longgar semuanya.

Maka, sesudah salam, Umar bin Khatab bertanya,”Ya, Rasullullah, apakah engkau sakit?”.

“Tidak, Umar, aku sehat,” jawab Nabi.

“Tapi mengapa tiap kali engkau menggerakkan badan dalam shalat, kami mendengar bunyi tulang-tulangmu yang berkeretakan?”.

Mula-mula, Nabi tidak ingin membongkar rahasianya. Namun, karena para sahabat tampaknya sangat was-was memperhatikan keadaannya, Nabi terpaksa membuka pakaiannya. Tampak oleh para sahabat, Nabi mengikat perutnya yang kempis dengan selembar kain yang didalamnya diisi batu-batu kerikil untuk mengganjal perut untuk menahan rasa lapar.  Batu-batu kerikil itulah yang berbunyi keletak-keletik sepanjang Nabi memimpin shalat berjamaah.

Serta merta Umar pun memekik pedih, “Ya, Rasulullah, apakah sudah sehina itu anggapanmu kepada kami? Apakah engkau mengira seandainya engkau mengatakan lapar, kami tidak bersedia memberimu makan yang paling lezat? Bukankah kami semuanya hidup dalam kemakmuran?”.

Nabi tersenyum ramah seraya menyahut, “Tidak, Umar tidak.! Aku tahu, kalian, para sahabatku, adalah orang-orang yang setia kepadaku. Apalagi hanya sekedar makanan, harta ataupun nyawa akan kalian serahkan untukku sebagai rasa cintamu terhadapku, tetapi dimana akan kuletakkan mukaku dihadapan pengadilan Allah kelak di Hari Pembalasan, apabila aku selaku pemimpin justru membikin berat dan menjadi beban orang-orang yang aku pimpin?”.

Para sahabat pun sadar akan peringatan yang terkandung dalam ucapan Nabi tersebut, sesuai dengan tindakannya yang senantiasa lebih mementingkan kesejahteraan umat daripada dirinya sendiri.

Seorang tabib yang dikirim oleh penguasa Mesir, Muqauqis, sebagai tanda persahabatan, selama dua tahun di Madinah sama sekali menganggur.  Menandakan betapa kesehatan penduduk Madinah betul-betul berada pada tingkatan yang tinggi. Sampai tabib itu bosan dan bertanya kepada Nabi, “Apakah masyarakat Madinah takut kepada tabib.?”

Nabi menjawab, “Tidak.! Terhadap musuh saja penduduk Madinah tidak takut, apalagi hanya kepada seorang tabib”.

“Tapi mengapa selama dua tahun tinggal di Madinah, tidak ada seorang pun yang pernah berobat kepada saya?”

“Karena penduduk Madinah tidak ada yang sakit,” jawab Nabi.

Tabib itu kurang percaya, “Masak tidak ada seorang pun yang mengidap penyakit?”.

“Silakan periksa ke segenap penjuru Madinah untuk membuktikan ucapanku,”ujar Nabi.

Maka tabib Mesir itu pun melakukan perjalanan kelililng Madinah guna mencari tahu apakah benar ucapan Nabi tersebut. Ternyata memang di seluruh Madinah ia tidak menjumpai orang yang sakit-sakitan.

Akhirnya, ia berubah menjadi kagum dan bertanya kepada Nabi, “Bagaimana resepnya sampai orang-orang Madinah sehat-sehat semuanya?”

Rasulullah menjawab, “Kami adalah kaum yang tidak akan makan kalau belum lapar dan jika kami makan, tidaklah sampai terlalu kenyang. Itulah resep untuk hidup sehat, yakni makan yang halal dan baik, dan makanlah untuk takwa, tidak sekedar memuaskan hawa nafsu”.

Alhamdulillah... semoga kisah diatas dapat bermanfaat serta dapat diambil pelajaran darinya, selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang yang menjalankannya...